Agen Asuransi Itu (Aslinya) Pekerjaan Mulia

Sumber : cheeblo.deviantart.com

Statement di atas bisa di lacak balik pada konsep dasar Asuransi:

Bayangkan Anda dan 2 sahabat Anda berkumpul di rumah Anda, ditengah hangatnya suasana Hari Raya. Anda masing-masing punya usaha toko. Anda bertiga sedang membicarakan bagaimana Anda sangat menyayangi keluarga Anda masing-masing. Dan bagaimana Anda juga peduli terhadap keluarga 2 sahabat Anda yang berada di ruangan itu.

Anda sepakat “menabung” bersama setiap bulan. Hasil dari “tabungan” bersama ini akan diberikan kepada sahabat yang tokonya kebakaran, sehingga ia dan keluarganya tetap dapat hidup sejahtera. Anda dan 2 sahabat Anda sepakat bergotong-royong, saling menolong sahabat yang kelak terkena musibah.

Dalam Islam pun, praktek semacam ini sudah dikenal sejak dahulu. Praktek saling menolong ini dikenal dengan istilah ta’awun. Sedangkan “tabungan” bersama antar sahabat tadi dikenal dengan istilah tabarru.

Nah kembali ke judul tulisan ini. Pekerjaan seorang agen asuransi adalah mengajak seorang “sahabat” untuk berpartisipasi dalam sebuah “tabungan gotong-royong”. Ia mengajak “sahabat” tadi untuk melindungi diri dan keluarganya sendiri. Ia juga mengajak untuk turut serta berpartisipasi, saling menolong, dalam melindungi diri dan keluarga “sahabat-sahabat” lainnya. (Aslinya) mulia sekali bukan?

 

Kultwit : Busuknya Rating Agency di Amerika

Sumber : ncrenegade.com

Anda tahu rating agency seperti Moody’s, S&P dan Fitch? Rating mereka membantu kita untuk tahu apakah sebuah perusahaan sehat atau tidak. Namun, guess what? Mereka itu rotten to the core. Busuk. Penuh dgn bias, konflik kepentingan, keserakahan, & korupsi. Kok bisa gitu?

  1. Ketika S&P me-rating, mereka dibayar oleh perusahaan yang mereka rating. Sesuai dengan baik atau tidaknya rating mereka.
  2. Moody’s : “We give you a rating. If you don’t like it, we won’t publish it. If you like it, you pay us up.”
  3. Perusahaan boleh memilih, kapan dan bgmn mereka akan dirating. Mereka boleh ngintip rating sebelum jadi. Mereka boleh protes kalau jelek.

Ini analogi yang lebih mudah. Bayangkan perusahaan yang akan dirating itu “murid”, dan rating agency itu “guru” :

  1. Murid membayar guru untuk membeli nilai dan ijazahnya sekalian. Nilai A harganya lebih mahal daripada B.
  2. Kalau murid lagi males ujian, murid membayar guru untuk menunda ujian sampe sang murid siap ujian.
  3. Murid bisa membayar guru untuk memilih ujian yang paling ia kuasai. Ujian menggambar aja misal. Yang lain ga usah diuji gpp.
  4. Setelah murid ujian, dia bisa ngintip ketika gurunya koreksi. Kalau ada yang salah, bisa dibenerin saat itu juga
  5. Kalau nilainya jelek, murid bisa protes. Bisa ujian ulang. Bisa juga bayar guru untuk ngasih nilai bagus.

Lalu keluarlah *jeng jeng* rating AAA untuk Lehman Brothers. Untuk Merrill Lynch. Untuk Fannie Mae. Untuk surat hutang Amerika #eh

Seperti yang Buffet katakan di gambar atas, satu-satunya cara agar rating agency itu bisa kita percaya adalah : kita (sebagai user rating) yang harus bayar untuk kegiatan rating tersebut. Bukan perusahaan. Bukan negara.

If you don’t pay. They will. And they will bend the rating in their favor.

Eh, kita juga punya lembaga rating. Namanya PEFINDO : Pemeringkat Efek Indonesia. Slogannya: Indonesia’s Most Trusted Credit Rating Agency. Bisakah mereka dipercaya?

Produk X, Si Pembunuh Deposito

Sumber : beta.matanews.com

Produk X itu adalah Reksadana Pasar Uang (RDPU).

Yuk saya jelaskan 1 per 1 kenapa RDPU lebih tinggi bunganya, lebih likuid, dan lebih aman daripada deposito.

1.  RDPU bunganya lebih tinggi daripada deposito.

Terakhir saya cek bunga deposito di Bank Mandiri adalah 5,25%. Masih dipotong pajak 20%. Bersihnya adalah 4,2%. Sedangkan bunga dari RDPU berkisar di antara 5 – 7% bebas pajak. Secara benchmark, biasanya bunga RDPU selalu 0,5 – 1% di atas deposito 1 M.

2. RDPU lebih likuid daripada deposito.

Deposito hanya dapat diambil di akhir periode. Selama itu, uang Anda “beku”. Padahal bisa saja, ada keadaan darurat maupun peluang investasi yang lebih baik datang menghampiri ada. Kalau Anda ambil, Anda kena penalti + bunga Anda hangus.

Tidak demikian dengan RDPU. Anda dapat mengambil kapan saja (hari dan jam kantor tentunya), tanpa biaya. Anda juga dapat menambahkan dana sesuka hati Anda. Seperti layaknya tabungan. Tapi dengan bunga lebih besar dari deposito.

3.  RDPU lebih aman daripada deposito.

Nah, ini yang agak panjang penjelasannya. Agak teknis juga. Jangan ketiduran ya? Please.

a. Salah satu komponen RDPU adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBI adalah instrumen finansial teraman di Indonesia. Karena dijamin langsung oleh BI (baca: pemerintah), serta jangka waktunya yang pendek. Kalau tiba-tiba terjadi resesi dan sistem finansial kolaps, maka negara akan memprioritaskan pembayaran hutang negara jangka pendek (SBI). SBI memiliki jaminan langsung pemerintah, tanpa batas nominal penjaminan, dan tanpa birokrasi yang rumit. SBI (hampir) tidak memiliki resiko gagal bayar atau hilang nominalnya. Sering juga disebut “Risk Free Investment”.

b. Bunga RDPU biasanya mengikuti inflasi. Sehingga uang Anda aman dari gerusan inflasi. Berbeda dengan emas yang kini menjadi bahan spekulasi, RDPU tidak demikian. Ini karena BI Rate, yang merupakan dasar rate (bunga) dari SBI, ditentukan oleh pemerintah berdasarkan inflasi dan keadaan ekonomi. Suku bunga deposito (dan tentu saja RDPU) akan mengikuti BI Rate.

c. Aset dalam RDPU disebar tidak hanya ke SBI, tetapi juga aset-aset aman lainnya, termasuk deposito itu sendiri. Prinsip diversifikasi bermain di sini. Don’t put all your eggs in one basket. Don’t put all your baskets in one table. Selain itu RDPU juga dijamin oleh Bank Kustodian. Sehingga tidak akan dibawa kabur sang Manajer Investasi.

Sekian penjelasan Produk X, yang akan membunuh deposito. Jadi, masih mau taruh uang di deposito? :)

 

 

Deposito is Dead!

sumber : http://princessaknight.blogspot.com/

Deposito (time deposit) adalah produk yang jelek. Tepatnya, deposito adalah salah satu produk perbankan paling jelek yang dapat Anda miliki.

Trus, kalau deposito jelek, yang bagus apa dunk Bro?

Terdapat satu produk finansial yang lebih besar keuntungannya, lebih likuid, dan lebih aman daripada deposito. Penasaran? Ikuti saya terus ya. Akan saya bandingkan deposito, dengan sang produk misterius, produk X.

  1. Produk X lebih besar keuntungannya (bunganya) daripada deposito 1 M.
  2. Produk X bebas pajak. Bunga dari deposito masih dipotong pajak bunga 20%.
  3. Produk X lebih likuid dari deposito. Produk X bisa diambil kapan saja tanpa penalti.
  4. Produk X lebih aman dari deposito. Karena salah satu komponen produk X adalah SBI (investasi teraman di Indonesia), dan deposito itu sendiri.
  5. Produk X lebih aman dari deposito. Produk X disebar (diversifikasi) ke berbagai instrumen. Deposito tidak.
  6. Jaminan pemerintah terhadap deposito hanya sampai 500 juta. Produk X tidak terbatas.
  7. Pengelolaan Produk X dapat Anda pantau tiap bulannya. Di deposito Anda tidak tahu uang Anda dipakai untuk apa.

Penasaran Produk X itu apa? Akan saya buka di artikel selanjutnya :D