Kultwit : Jangan Percaya Saya!

Yup, you heard that right. Jangan percaya saya. Berikut adalah kultwit mengapa Anda sebaiknya jangan percaya saya:

  1. Dalam berinvestasi, jangan mudah terpengaruh berita, bujukan, rayuan, dan arus pasar. Selalu percaya pada diri sendiri.
  2. Percaya pada diri sendiri. Kenapa? Karena Anda berbeda. Anda bukan orang lain. Anda punya profil keuangan dan resiko yang unik.
  3. Apa yang berhasil buat si X belum tentu berhasil buat Anda. Apa yang manjur buat si Y belum tentu manjur buat Anda.
  4. Ikut-ikutan = minjem resep obat dari orang lain trus diminum sendiri. Padahal belum tentu sakitnya sama.
  5. Bahkan dunia medis saat ini selalu menganjurkan Anda untuk mencari second opinion. Siapa tahu dokter yang pertama keliru.
  6. Berita A, Teman M, Ahli Keuangan X boleh merekomendasikan ini itu. Namun, Andalah penentu keputusan hidup Anda sendiri.
  7. Serap informasi sebanyak mungkin lalu do your own research! Kemandirian bertindak adalah bagian dari kebebasan finansial sejati.
  8. Dan pencapaian tertinggi seorang financial planner adalah ketika kliennya berhasil mencapai kebebasan finansial sejati :)
Sekarang tahu kan alasannya? Nah, jangan (mudah) percaya alasan di atas ya. Do your own research :)

 

  • http://linggamadu.dagdigdug.com/2011/09/14/kultwit-manajer-investasi-aja-kalah-sama-anak-kecil/ Kultwit : Manajer Investasi Aja Kalah Sama Anak Kecil | Lingga Madu

    [...] saham itu unpredictable. Tidak dapat diprediksi. Seperti yang saya singgung di artikel sebelumnya: Jangan mudah percaya Berita X, Teman Y, dan Pakar Saham Z. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Selain [...]

  • http://blog.linggamadu.com/reksadana-terbaik-per-januari-2011-versi-infovesta/ Reksadana Terbaik Per Januari 2011 Versi Infovesta | Lingga Madu

    [...] dari Majalah Kontan Edisi Khusus yang terbit bulan Januari 2011. Sebagai investor yang cerdas, Anda tidak boleh menelan rating ini mentah-mentah. Ingat, ini hanya merupakan salah satu versi, dari sekian banyak rating reksadana di luar [...]