Anda Mau Kaya? Stop Makan Krupuk!

sumber : http://www.flickr.com/photos/dessertcomesfirst/1190357301/

Anda tiap kali makan harus pakai krupuk. 2 biji @ 500 perak. 3 kali sehari.

Coba deh, Anda makan tanpa krupuk. Anda bisa menghemat 6 krupuk per hari : 3000 perak. Anda invest ke dalam Reksadana Saham dengan asumsi retur 25% setahun. Dalam 40 tahun kerupuk Anda jadi 108,9 Milyar Rupiah.

Contoh di atas adalah simulasi sederhana dari The Latte Factor. The Latte Factor adalah pengeluaran kecil sehari-hari yang tidak pernah kita ambil pusing : ngopi, jajan, beli rokok, permen, krupuk dan sebagainya. Namun, justru pengeluaran kecil semacam inilah yang bisa mencegah kita menjadi kaya. Berikut contoh simulasi lainnya :

Anda tiap minggu punya ritual nonton ke XXI bersama kekasih. Habis 60 ribu. Coba deh kurangi 2 minggu sekali. Ga berat kan? Dengan nonton hanya 2 minggu sekali Anda bisa berhemat 120 ribu / bulan. Uang itu Anda invest ke RDS. Dalam 40 tahun akan jadi 114 Milyar Rupiah

Dan contoh paling klasik : rokok. Harusnya ga berat kan, kalau dalam sehari Anda mengurangi 2 batang rokok saja. Sukur-sukur kalau bisa mengurangi 1 pak rokok. Ini itungannya :

  1. Dengan mengurangi 2 batang rokok, Anda bisa berhemat 2000 perak sehari. Dalam 40 tahun Anda akan mengantongi 72 Milyar Rupiah.
  2. Kalau yang dulunya 1 hari 2 pak, kurangi jadi 1 pak. Hemat 10 ribu/hari. Dalam 40 tahun Anda akan punya 363 Milyar Rupiah

Belum lagi hidup Anda akan jadi lebih sehat. Yang berarti penghematan ongkos kesehatan dan produktivitas kerja yang lebih besar lagi. You’ll live healthier and richer.

Simulasi ini juga bisa Anda terapkan bagi Anda yang rajin ngafe atau ke mall tiap minggu, getol minjem VCD, hobi makan di luar, dan senang jajan gorengan.

Kalau dilacak ke local wisdom kita, Latte Factor ini sudah mengakar loh di budaya nenek moyang kita. Perkawinan antara “Sedikit-Sedikit Menjadi Bukit” dan “Hemat Pangkal Kaya”.

Jadi kalau Anda ingin kaya : jangan makan krupuk #eh ; maksudnya berhematlah dari hal-hal yang kecil :)

Reksadana Terbaik Per Januari 2011 Versi Infovesta

Karena link andalan saya mati, maka saya putuskan untuk copas sendiri di sini. Rating ini merupakan rating Infovesta berasal dari Majalah Kontan Edisi Khusus yang terbit bulan Januari 2011. Sebagai investor yang cerdas, Anda tidak boleh menelan rating ini mentah-mentah. Ingat, ini hanya merupakan salah satu versi, dari sekian banyak rating reksadana di luar sana.

Reksadana Saham

Nama Reksadana Rating
Panin Dana Maksima 5
Panin Dana Prima 5
Schroder Dana Istimewa 4.5
Reksa Dana Grow 2 Prosper 4.5
Batavia Dana Saham 4.5
Pratama Saham 4
Syailerndra Equity Opportunity Fund 4
Manulife Saham Andalan 4
Schroder Dana Prestasi Plus 4
GMT Dana Ekuitas 4

 

Reksadana Campuran Terbaik 1 Tahun (31 Januari 2010 – 31 Januari 2011)

Nama Reksadana Rating
Panin Dana Bersama 5
Panin Dana Unggulan 5
Reksadana Gani Flexi Fund 5
Semesta Dana Maxima 4.5
Reksadana Keraton 4.5
Prospera Balance 4.5
Big Bhakti Kombinasi 4.5
Syailendra Balance Opportunity Fund 4.5
Danamas Fleksi 4.5
Reksadana Pacific Balance Fund 4.5

 

Reksadana Campuran 3 Tahun (31 Januari 2008 – 31 Januari 2011)

Nama Reksadana Rating
Semesta Dana Maxima 5
Panin Dana Unggulan 5
Danamas Fleksi 5
Reksadana Keraton 5
BNP Paribas Equitra 4.5
Schroder Dana Terpadu II 4.5
Schroder Dana Prestasi 4.5
Manulife Dana Tumbuh Berimbang 4.5
Danareksa Anggrek Fleksibel 4
SAM Dana Berkembang 4

 

Reksadana Pendapatan Tetap 1 Tahun (31 Januari 2010 – 31 Januari 2011)

Nama Reksadana Rating
Danamas Stabil 5
BIG Dana Muamalah 5
GMT Dana Pasti 2 5
I – Hajj Syariah Fund 4.5
BIG Dana Likuid Satu 4.5

 

Reksadana Pendapatan Tetap 3 Tahun (31 Januari 2008 – 31 Januari 2011)

Nama Reksadana Rating
Danamas Stabil 5
Prospera Obligasi 4.5
Simas Danamas Mantap 4.5
BIG Dana Likuid Satu 4.5
BIG Dana Muamalah 4.5

 

Reksadana Pasar Uang 1 Tahun (31 Januari 2010 – 31 Januari 2011)

Nama Reksadana Rating
AAA Money Market Fund 5
Trim Kas 2 5
BIG Dana Lancar 5
Batavia Dana Kas Maksima 4.5
Mandiri Investa Pasar Uang 4
Mega Dana Kas 4
NISP Dana Siaga 4
Danareksa Gebyar Dana Likuid 4
Danareksa Seruni Pasar Uang II 4
Danamas Rupiah Plus 4

 

Reksadana Pasar Uang 3 Tahun (31 Januari 2008 – 31 Januari 2011)

Nama Reksadana Rating
Big Dana Lancar 5
Batavia Dana Kas Maxima 5
Mandiri Investa Pasar Uang 5
Danareksa Gebyar Dana Likuid 4
Mega Dana Kas 4
AAA Money Market Fund 4
NISP Dana Siaga 4
Nikko Kas Management 4
Danamas Rupiah Plus 3.5
Schroder Dana Likuid 3.5

 

Mengapa Premi Asuransi Yang Hangus Itu Lebih Baik

Sumber : dhar321.blogspot.com

Masih ingat artikel saya yang berjudul Agen Asuransi Itu (Aslinya) Pekerjaan Mulia ?

Nah, umpamakan Anda dan 2 sahabat Anda “menabung” bersama dalam dana gotong-royong. Dana akan disantunkan seluruhnya kalau salah seorang dari Anda kena musibah.

Namun, kali ini, Anda tidak mau uang Anda “hangus”, disantunkan seluruhnya, kepada sahabat yang kena musibah. Anda ingin uang Anda tetap “utuh” (baca: Anda ga ikhlas membantu sahabat Anda). So pasti, kedua sahabat Anda juga akan berpikir dua kali : “Kalau begitu, saya juga ingin uang saya ga hangus”. Sehingga pada akhirnya, ketika kelak seseorang dari Anda terkena musibah, uang yang disantunkan dari dana gotong royong hanya sebagian saja.

Bandingkan ketika semua pihak ikhlas uangnya “hangus”. Maka ketika giliran kita mendapat musibah, santunan yang kita terima akan jauh lebih besar. Dengan uang lebih sedikit, bisa mendapat santunan lebih besar.

Asuransi pun juga sama. Apabila kita ikhlas premi kita “hangus”, kelak uang pertanggungan yang bisa kita dapatkan juga lebih besar. Anda tidak mau uang Anda “hangus”? Ya pihak asuransi akan menempatkan Anda bersama dengan nasabah-nasabah sejenis yang juga tidak mau uangnya “hangus”. Adil kan?

 

Agen Asuransi Itu (Aslinya) Pekerjaan Mulia

Sumber : cheeblo.deviantart.com

Statement di atas bisa di lacak balik pada konsep dasar Asuransi:

Bayangkan Anda dan 2 sahabat Anda berkumpul di rumah Anda, ditengah hangatnya suasana Hari Raya. Anda masing-masing punya usaha toko. Anda bertiga sedang membicarakan bagaimana Anda sangat menyayangi keluarga Anda masing-masing. Dan bagaimana Anda juga peduli terhadap keluarga 2 sahabat Anda yang berada di ruangan itu.

Anda sepakat “menabung” bersama setiap bulan. Hasil dari “tabungan” bersama ini akan diberikan kepada sahabat yang tokonya kebakaran, sehingga ia dan keluarganya tetap dapat hidup sejahtera. Anda dan 2 sahabat Anda sepakat bergotong-royong, saling menolong sahabat yang kelak terkena musibah.

Dalam Islam pun, praktek semacam ini sudah dikenal sejak dahulu. Praktek saling menolong ini dikenal dengan istilah ta’awun. Sedangkan “tabungan” bersama antar sahabat tadi dikenal dengan istilah tabarru.

Nah kembali ke judul tulisan ini. Pekerjaan seorang agen asuransi adalah mengajak seorang “sahabat” untuk berpartisipasi dalam sebuah “tabungan gotong-royong”. Ia mengajak “sahabat” tadi untuk melindungi diri dan keluarganya sendiri. Ia juga mengajak untuk turut serta berpartisipasi, saling menolong, dalam melindungi diri dan keluarga “sahabat-sahabat” lainnya. (Aslinya) mulia sekali bukan?