Mengapa Premi Asuransi Yang Hangus Itu Lebih Baik

Sumber : dhar321.blogspot.com

Masih ingat artikel saya yang berjudul Agen Asuransi Itu (Aslinya) Pekerjaan Mulia ?

Nah, umpamakan Anda dan 2 sahabat Anda “menabung” bersama dalam dana gotong-royong. Dana akan disantunkan seluruhnya kalau salah seorang dari Anda kena musibah.

Namun, kali ini, Anda tidak mau uang Anda “hangus”, disantunkan seluruhnya, kepada sahabat yang kena musibah. Anda ingin uang Anda tetap “utuh” (baca: Anda ga ikhlas membantu sahabat Anda). So pasti, kedua sahabat Anda juga akan berpikir dua kali : “Kalau begitu, saya juga ingin uang saya ga hangus”. Sehingga pada akhirnya, ketika kelak seseorang dari Anda terkena musibah, uang yang disantunkan dari dana gotong royong hanya sebagian saja.

Bandingkan ketika semua pihak ikhlas uangnya “hangus”. Maka ketika giliran kita mendapat musibah, santunan yang kita terima akan jauh lebih besar. Dengan uang lebih sedikit, bisa mendapat santunan lebih besar.

Asuransi pun juga sama. Apabila kita ikhlas premi kita “hangus”, kelak uang pertanggungan yang bisa kita dapatkan juga lebih besar. Anda tidak mau uang Anda “hangus”? Ya pihak asuransi akan menempatkan Anda bersama dengan nasabah-nasabah sejenis yang juga tidak mau uangnya “hangus”. Adil kan?

 

Agen Asuransi Itu (Aslinya) Pekerjaan Mulia

Sumber : cheeblo.deviantart.com

Statement di atas bisa di lacak balik pada konsep dasar Asuransi:

Bayangkan Anda dan 2 sahabat Anda berkumpul di rumah Anda, ditengah hangatnya suasana Hari Raya. Anda masing-masing punya usaha toko. Anda bertiga sedang membicarakan bagaimana Anda sangat menyayangi keluarga Anda masing-masing. Dan bagaimana Anda juga peduli terhadap keluarga 2 sahabat Anda yang berada di ruangan itu.

Anda sepakat “menabung” bersama setiap bulan. Hasil dari “tabungan” bersama ini akan diberikan kepada sahabat yang tokonya kebakaran, sehingga ia dan keluarganya tetap dapat hidup sejahtera. Anda dan 2 sahabat Anda sepakat bergotong-royong, saling menolong sahabat yang kelak terkena musibah.

Dalam Islam pun, praktek semacam ini sudah dikenal sejak dahulu. Praktek saling menolong ini dikenal dengan istilah ta’awun. Sedangkan “tabungan” bersama antar sahabat tadi dikenal dengan istilah tabarru.

Nah kembali ke judul tulisan ini. Pekerjaan seorang agen asuransi adalah mengajak seorang “sahabat” untuk berpartisipasi dalam sebuah “tabungan gotong-royong”. Ia mengajak “sahabat” tadi untuk melindungi diri dan keluarganya sendiri. Ia juga mengajak untuk turut serta berpartisipasi, saling menolong, dalam melindungi diri dan keluarga “sahabat-sahabat” lainnya. (Aslinya) mulia sekali bukan?