Buku Investasi Simsalabim dan Tingkat Kedewasaan Investor

Pernahkah Anda mengunjungi pojok buku investasi di sebuah toko buku? Saya yakin Anda pasti dapat menemukan banyak judul buku ‘ajaib’. Buku “Jurus Investasi Simsalabim”. Seperti yang ada di bawah ini :

Nah, reaksi Anda terhadap buku di atas adalah indikator tingkat kedewasaan Anda sebagai seorang investor. Total ada 5 tingkat. Anda ada di tingkat berapa?

  1. Reaksi investor tingkat 1 : Tidak Perduli
    Anda bukan investor. Istilah investasi asing di telinga Anda. Bagi Anda kalau mau kaya ya kerja yang rajin.
  2. Reaksi investor tingkat 2 : Antusias
    Anda baru sadar pentingnya investasi. Sedang semangat-semangatnya. Orang jadi kaya karena investasi. Anda borong buku tadi. 1 buku habis dalam 1 malam.
  3. Reaksi investor tingkat 3  : Marah
    Anda sudah mencoba Jurus Investasi Simsalabim tadi dan gagal. Anda marah dan menanggap buku tadi adalah penipuan. Anda jadi lebih bijak dan berhati-hati.
  4. Reaksi investor tingkat 4  : Tertawa Geli
    Anda sudah lebih ahli dalam berinvestasi. Anda sudah tahu banyak instrumen investasi yang ‘benar’. Anda mentertawakan investor level 2 yang memborong buku tersebut.
  5. Reaksi investor tingkat 5  : Senyum Penuh Arti
    Anda sudah sangat ahli dalam berinvestasi. Anda memutuskan untuk menulis buku yang dapat mematahkan Jurus Investasi Simsalabim.

Judul buku yang Anda tulis : “Jurus Investasi Abrakadabra

Kultwit : Manajer Investasi Aja Kalah Sama Anak Kecil

sumber : audioeditions.com

Di artikel sebelumnya, saya berjanji untuk menceritakan sebuah kisah yang unik. Kisah mengenai bagaimana 2 orang anak kecil yang berhasil mengalahkan Manajer Investasi profesional. Kok bisa? Nah, ikuti kultwit saya tentang #randomwalk ya :

  1. Cerita ini dimulai dengan seorang Bapak dan dua orang anaknya yang hiperaktif di London, suatu malam natal tahun 1990.
  2. Sang bapak ini muak dengan prediksi saham para manajer investasi yang “sok tahu”. Dia memutuskan untuk menantang mereka.
  3. Sang bapak lalu membuka lebar halaman koran bisnis, bagian listing saham. Lalu, dia memberikan 20 buah pin pada kedua anak kecilnya, Zoe dan Oliver.
  4. Zoe dan Oliver diminta menancapkan secara acak 20 buah pin itu pada koran bisnis yang dibuka lebar bapaknya di lantai. 1 buah pin mewakili 1 saham.
  5. Dari situ, terpilih secara acak 20 saham “pilihan” Zoe dan Oliver. 20 Saham tadi dijadikan sebuah “reksadana” oleh Sang Bapak.
  6. Tidak selesai sampai di situ, “reksadana” Zoe dan Oliver ini dikirim ke rekannya yang bekerja di koran untuk dimuat.
  7. Mau tahu hasilnya? Ternyata reksadana Zoe dan Oliver memiliki performa di atas rata-rata manajer investasi di UK.
  8. Bahkan pernah reksadana Zoe dan Oliver menduduki peringkat top 5% di antara semua reksadana yang ada di UK. Sang Bapak berhasil membuktikan bahwa 2 anak kecilnya berhasil mengalahkan hampir semua manajer investasi di UK.

Sang Bapak adalah Tony Levene. Kolumnis untuk koran Guardian Money di London

Moral dari cerita ini adalah “saham itu bundar” #eh maksudnya, saham itu unpredictable. Tidak dapat diprediksi. Seperti yang saya singgung di artikel sebelumnya: Jangan mudah percaya Berita X, Teman Y, dan Pakar Saham Z. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Selain itu, Tidak ada yang punya Bola Kristal Ajaib. Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Kecuali Mama Lauren #eh

Saham / RD apapun yang Anda pilih itu baik, asal (1) terdiversifikasi (2) disimpan untuk jangka panjang. Jadi, ga usah pusing milih saham atau RD yang bagus. Lebih penting: mulailah invest dari sekarang. Tiap bulan. Disiplin.

PS : For the finance geeks out there, kultwit ini sebenarnya adalah pembuktian teori Random Walk yang diciptakan oleh Burton Malkiel. Sehingga (secara teoritis), analisis teknikal apapun tidak dapat membantu Anda memprediksi masa depan. Itu kenapa, 2 orang anak kecil dapat mengalahkan seorang manajer investasi yang dipersenjatai dengan segudang indikator dan 15 buah monitor.

Owh iya. Awal tahun 2011 ini A Random Walk Down Wall Street sudah keluar revised editionnya. Recommended bagi Anda yang skeptis dan masih penasaran dengan kisah dan statement saya di atas :D

 

 

Kultwit : Bola Kristal Saya Lagi Ngambek

Ada yang japri saya, anggap saja Mr T,  untuk menanyakan “Mas, saham apa yang bagus ya?”

Me : “Maksudnya bagus?”

Mr. T : “Iya, yang bakal naik minggu depan”

Me : Sambil tertawa pahit, saya menjawab “Sebentar ya Mas, saya tanya bola kristal saya dulu”

Me : “Maaf Mas, Bola Kristal saya lagi ngambek. Tapi saya bisa memberikan advis sebagai financial planner, mau?”

Me : “Semua saham itu bagus, Mas”. Asal (1) terdiversifikasi dengan baik (2) disimpan untuk jangka waktu yang panjang.

Mr. T : “Wah kalau cuman begituan, saya juga udah katam”

Me : “Lah, memang cuman itu pedomannya mas. Time proven. Terbukti secara statistik.”

Jadi jangan tanya saya saham apa yang bakal naik besok. Saya bukan Mama #eh Papa Lauren. Saya tidak bisa baca masa depan.

Jangan juga percaya orang lain kalau dia bilang saham X bakal naik besok. Yakin deh, dia pasti juga ga punya Bola Kristal Ajaib http://bit.ly/ommKM2 Dan kalau misalnya dia punya Bola Kristal Ajaib, mana mau dia bagi-bagi ke Anda. Mending buat dia sendiri aja :D

Di kesempatan selanjutnya saya akan menceritakan bagaimana 2 orang anak kecil bisa mengalahkan seorang manajer investasi dalam memilih saham.

Gak percaya. Saya kasih hint ya : “Random Walk”. Penasaran? Tunggu tweet saya selanjutnya :D #randomwalk