Produk X, Si Pembunuh Deposito

Sumber : beta.matanews.com

Produk X itu adalah Reksadana Pasar Uang (RDPU).

Yuk saya jelaskan 1 per 1 kenapa RDPU lebih tinggi bunganya, lebih likuid, dan lebih aman daripada deposito.

1.  RDPU bunganya lebih tinggi daripada deposito.

Terakhir saya cek bunga deposito di Bank Mandiri adalah 5,25%. Masih dipotong pajak 20%. Bersihnya adalah 4,2%. Sedangkan bunga dari RDPU berkisar di antara 5 – 7% bebas pajak. Secara benchmark, biasanya bunga RDPU selalu 0,5 – 1% di atas deposito 1 M.

2. RDPU lebih likuid daripada deposito.

Deposito hanya dapat diambil di akhir periode. Selama itu, uang Anda “beku”. Padahal bisa saja, ada keadaan darurat maupun peluang investasi yang lebih baik datang menghampiri ada. Kalau Anda ambil, Anda kena penalti + bunga Anda hangus.

Tidak demikian dengan RDPU. Anda dapat mengambil kapan saja (hari dan jam kantor tentunya), tanpa biaya. Anda juga dapat menambahkan dana sesuka hati Anda. Seperti layaknya tabungan. Tapi dengan bunga lebih besar dari deposito.

3.  RDPU lebih aman daripada deposito.

Nah, ini yang agak panjang penjelasannya. Agak teknis juga. Jangan ketiduran ya? Please.

a. Salah satu komponen RDPU adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBI adalah instrumen finansial teraman di Indonesia. Karena dijamin langsung oleh BI (baca: pemerintah), serta jangka waktunya yang pendek. Kalau tiba-tiba terjadi resesi dan sistem finansial kolaps, maka negara akan memprioritaskan pembayaran hutang negara jangka pendek (SBI). SBI memiliki jaminan langsung pemerintah, tanpa batas nominal penjaminan, dan tanpa birokrasi yang rumit. SBI (hampir) tidak memiliki resiko gagal bayar atau hilang nominalnya. Sering juga disebut “Risk Free Investment”.

b. Bunga RDPU biasanya mengikuti inflasi. Sehingga uang Anda aman dari gerusan inflasi. Berbeda dengan emas yang kini menjadi bahan spekulasi, RDPU tidak demikian. Ini karena BI Rate, yang merupakan dasar rate (bunga) dari SBI, ditentukan oleh pemerintah berdasarkan inflasi dan keadaan ekonomi. Suku bunga deposito (dan tentu saja RDPU) akan mengikuti BI Rate.

c. Aset dalam RDPU disebar tidak hanya ke SBI, tetapi juga aset-aset aman lainnya, termasuk deposito itu sendiri. Prinsip diversifikasi bermain di sini. Don’t put all your eggs in one basket. Don’t put all your baskets in one table. Selain itu RDPU juga dijamin oleh Bank Kustodian. Sehingga tidak akan dibawa kabur sang Manajer Investasi.

Sekian penjelasan Produk X, yang akan membunuh deposito. Jadi, masih mau taruh uang di deposito? :)

 

 

Deposito is Dead!

sumber : http://princessaknight.blogspot.com/

Deposito (time deposit) adalah produk yang jelek. Tepatnya, deposito adalah salah satu produk perbankan paling jelek yang dapat Anda miliki.

Trus, kalau deposito jelek, yang bagus apa dunk Bro?

Terdapat satu produk finansial yang lebih besar keuntungannya, lebih likuid, dan lebih aman daripada deposito. Penasaran? Ikuti saya terus ya. Akan saya bandingkan deposito, dengan sang produk misterius, produk X.

  1. Produk X lebih besar keuntungannya (bunganya) daripada deposito 1 M.
  2. Produk X bebas pajak. Bunga dari deposito masih dipotong pajak bunga 20%.
  3. Produk X lebih likuid dari deposito. Produk X bisa diambil kapan saja tanpa penalti.
  4. Produk X lebih aman dari deposito. Karena salah satu komponen produk X adalah SBI (investasi teraman di Indonesia), dan deposito itu sendiri.
  5. Produk X lebih aman dari deposito. Produk X disebar (diversifikasi) ke berbagai instrumen. Deposito tidak.
  6. Jaminan pemerintah terhadap deposito hanya sampai 500 juta. Produk X tidak terbatas.
  7. Pengelolaan Produk X dapat Anda pantau tiap bulannya. Di deposito Anda tidak tahu uang Anda dipakai untuk apa.

Penasaran Produk X itu apa? Akan saya buka di artikel selanjutnya :D

Kultwit : Jangan Percaya Saya!

Yup, you heard that right. Jangan percaya saya. Berikut adalah kultwit mengapa Anda sebaiknya jangan percaya saya:

  1. Dalam berinvestasi, jangan mudah terpengaruh berita, bujukan, rayuan, dan arus pasar. Selalu percaya pada diri sendiri.
  2. Percaya pada diri sendiri. Kenapa? Karena Anda berbeda. Anda bukan orang lain. Anda punya profil keuangan dan resiko yang unik.
  3. Apa yang berhasil buat si X belum tentu berhasil buat Anda. Apa yang manjur buat si Y belum tentu manjur buat Anda.
  4. Ikut-ikutan = minjem resep obat dari orang lain trus diminum sendiri. Padahal belum tentu sakitnya sama.
  5. Bahkan dunia medis saat ini selalu menganjurkan Anda untuk mencari second opinion. Siapa tahu dokter yang pertama keliru.
  6. Berita A, Teman M, Ahli Keuangan X boleh merekomendasikan ini itu. Namun, Andalah penentu keputusan hidup Anda sendiri.
  7. Serap informasi sebanyak mungkin lalu do your own research! Kemandirian bertindak adalah bagian dari kebebasan finansial sejati.
  8. Dan pencapaian tertinggi seorang financial planner adalah ketika kliennya berhasil mencapai kebebasan finansial sejati :)
Sekarang tahu kan alasannya? Nah, jangan (mudah) percaya alasan di atas ya. Do your own research :)

 

Kultwit : Rahasia Hitam Seputar Emas

1 rahasia hitam tentang emas : Emas tidak dicatat kepemilikannya oleh negara.

Tidak akan ada orang yang tahu seberapa banyak emas yang Anda miliki selain Anda (dan orang yang Anda kasih tahu tentunya). Tabungan, deposito, saham, obligasi, reksadana, property semua akan tercatat atas nama KTP Anda.

Jadi, misal karena suatu alasan Anda tidak ingin kekayaan Anda diketahui orang (*uhuk* korupsi *uhuk*), simpan saja dalam bentuk emas :P

Kultwit : Cara Penyimpanan Emas Yang Baik

Dalam kultwit kali ini saya akan membahas cara penyimpanan emas yang baik :)

  1. Walaupun banyak godaan untuk melakukannya, jangan simpan emas Anda di bawah bantal Anda (baca : rumah).
  2. Selain rawan kehilangan, Anda akan sulit tidur di malam hari memikirkan emas Anda.
  3. Ok. Anda bisa saja beli brankas murah seperti ini seharga 1,5 juta http://bit.ly/qiWpmm
  4. Tapi selain brankasnya bisa digondol kayak TV, rumah Anda akan lebih rawan ketika orang-orang tahu bahwa ada brankas di rumah Anda.
  5. Alternatif yang lebih baik adalah menyewa safe deposit box (SDB) di bank dekat rumah Anda / dekat toko emas.
  6. “Wah, brankas jelek aja 1,5 juta, apalagi brankas di Bank.” So, Anda kira SDB di bank itu mahal?
  7. Percaya atau tidak, sewa SDB ukuran 7.5 x 25 x 60 di Bank Panin hanya 100 ribu. Per Tahun.
  8. Ukuran 7,5 x 25 x 60 itu besar loh. Bandingin aja sama ukuran ubin di bawah Anda.
  9. Bank lain harusnya juga ga jauh beda. Silahkan cek di bank Anda sendiri. Ini punya Mandiri: http://bit.ly/qTLw0t
  10. Selain fasilitas http://bit.ly/qTLw0t , SDB itu biasanya diasuransikan + bisa diwariskan apabila sewaktu-waktu pemiliknya meninggal dunia.
  11. Prosesnya pun cepat. Anda tinggal datang ke CS, isi data, langsung diantar ke brankas. Kunci Anda bawa pulang.

Jadi, masih mau nyimpen emas di rumah? :)

Sedikit tambahan :

  1. SDB juga sangat cocok untuk menyimpan dokumen-dokumen berharga. Terutama karena bentuknya yang tipis panjang.
  2. 100 ribu setahun berarti kira-kira 8000an sebulan. Ga mahal kan buat nyimpen dokumen berharga?
  3. Surat tanah ilang, STTB terbakar, Ijazah terendem air. Pasti biaya nggantinya ga lebih murah dari 8 ribu :)